"Supaya seorang muslimah itu siap untuk menikah sadari dan pegang nasihat ini, jadikan ini sebagai prinsip hidup bahwasanya "kebersihan dan beres-beres, rapi-rapi itu adalah indikator luhurnya akhlakmu wahai Muslimah".
lanjutan...
3. Pemalas
Layaknya seperti keledai
yang digembalakan, matahari sudah tersebar namun belum juga terdengar suara
darinya karena masih lelap tidur dan rumahnya tidak pernah disapu. Sebab
terlalu malasnya wanita jenis ini dan terlalu manja maka matahari sudah
meninggi dan dia masih tidur, tidak ada suaranya beraktivitas di dalam rumah
dan rumahnya pun tidak pernah disapu dan tidak pernah dirapikan. Kata Syekh Al
Baddar Al Utabi betapa banyaknya wanita jenis ini. Artinya di dalam
kalimat ini terdapat isyarat dengan melihat kebalikannya karakter
atau sifat istri yang sempurna, yang bagus ialah istri yang semangat di awal pagi
dan memperhatikan rumah dengan bersih-bersih, rapi-rapi, beres-beres dan
mewangikan rumah.
Maka makanannya itu melalui semalaman, wadahnya itu kotor, adonan rotinya
itu masam seperti cuka dan airnya air yang hangat. Diantara bentuk malasnya dan
manja jelek sang istri ini jika menyuguhkan makanan untuk suami atau tamu maka
yang dia suguhkan adalah makanan yang sudah dipanaskan karena sudah dimasak
kemarin, bukan makanan yang baru saja di masak. Piring dan gelasnya nampak
tidak bersih karena di gelas tersebut ada sisa-sisa makanan atau minuman, minyak/
lemak sebelumnya. Dia adalah seorang wanita yang gagal dalam memasak sampai
level adonan rotinya itu masam, kenapa? karena terlalu lamanya jangka waktu
ditutupi dan sebab karena malasnya istri. Dan air yang disuguhkan itu cuma
hangat-hangat kuku karena dia tidak pandai memanaskan air.
Di atas barang-barangnya terdapat
tanaman dan barang-barangnya yang kecil-kecilnya tidak boleh dipinjam,
pelayannya dipukuli, tetangganya diperangi. Ini satu diantara
indikator-indikator malasnya istri ini. Barang-barang karena lama
ditumpuk-tumpuk atau di tumpuk dengan yang lain tanpa pernah ditata ulang,
diatur lebih rapi maka sampai-sampai tumbuhan, lumut, benih dari angin itu
tumbuh pada barang-barang itu. Tindakan semacam ini adalah hal yang sepatunya
seorang istri menjauhinya sehingga seorang istri itu hendaknya secara periodik
melewati semua ujung-ujung rumahnya untuk menatanya, membersihkannya, dan
supaya wangi. Dan indikator paling mudah penghuni rumah itu rajin bersih-bersih
ataukah tidak bisa dilihat "adakah sarang laba-laba di rumah?" sebab penatan
rumah itu tanggung jawab istri. Namun untuk bersih-bersih tidak harus istri yang melakukan,
suami bisa melakukan namun hendaknya istri yang mengkoordinasi dan punya
program yang jelas manejemennya "kapan yuk ini ngepel-ngepel,
bersih-bersih".
Makna pelayannya dipukuli, tetangganya diperangi artinya dia bukanlah wanita yang bisa bermasyarakat dengan tetangga, kerjasama, menolong dan membantu, memuliakan dan berbuat baik kepada tetangga. Untuk penjelasan barang-barang milikinya, misalnya ada tetangga mau pinjem ember enggak boleh, mau pinjam sapu juga nggak bisa, pelit dan enggan mau menolong tetangganya. Dan itu semua disebabkan kegagalan dia dalam kehidupan rumah tangga karena demikian manja yang jelek sehingga menyebabkan hal yang negatif terjadi pada tetangga dan tidak disukai tetangga.
4. Wanita yang terpuji.
Wanita atau istri yang penuh dengan
cinta, empati, penuh keberkahan, subur dan bisa dipercaya ketika
suami pergi, disukai oleh tetangganya, terpuji tindakannya, sikapnya
ketika dia sepi sendiri atau ketika bersama banyak orang. Seorang wanita yang
mulia dalam bersikap kepada suami, banyak berbuat baik, lirih suaranya, suka
bersih-bersih rumah dan karena baiknya maka pembantunya gemuk (kedermawanan),
anaknya tampil cakep, kebaikannya terus-menerus mengalir dan suaminya
nyaman. Wanita yang bisa di di dandani dan bisa akrabi, ramah dengan
kehormatan dan kebaikan menjadi sifatnya.
Kemudian anaknya itu terlihat bagus
didandani dan bersihnya anak itu tanda bersihnya Ibu. Artinya wanita ini selalu
perhatian dengan kebersihan badan, pakaian dan yang lebih penting dari itu
adalah kebersihan batin dengan mendidik anak agar memiliki adab dan akhlak yang
unggul dan perkataan yang bersih yang penuh dengan adab. Maka di menasihati
kepada anaknya dia mengatakan "Semoga Allah jadikan mu wahai anakku diantaranya mengikuti hidayah dan mengikuti
ketakwaan,menjauhi marah dan menyukai ridha-nya"
Supaya seorang muslimah itu siap
untuk menikah sadari dan pegang nasihat ini, Jadikan ini sebagai prinsip hidup
bahwasanya pertama "kebersihan dan beres-beres, rapi-rapi
itu adalah indikator luhurnya akhlakmu wahai Muslimah". Maka hendaknya
seorang wanita itu terkenal suka rapi-rapi, jangan malas untuk beres-beres juga
terkenal sebagai seorang yang suka memperhatikan kebersihan lahir dan batin.
Kebersihan batin hati dengan adab dan akhlak itu lebih penting dan lebih mulia
maka jadikan hatimu hati yang bersih dari segala macam karakter yang jelek
seperti hasad, iri dengki dan dendam juga keinginan untuk menipu.
Kaedah burung bahwasanya burung itu bertengger,
berkumpul dengan yang serupa. Seekor merpati tidak mungkin bertengger bersama
elang dan sebaliknya pun demikian. Jadi, jiwa itu saling bercocokan sebagaimana
antara badan, pikiran, warna kulit dan jenis. Shahih dari Nabi Shallallahu
alahi wa salam dikatakan bahwa "Arwah itu seperti tentara yang
sudah tertata rapi dimana saling kenal jiwanya akan menyatu, jika tidak saling
kenal maka berbeda".
Maka apa yang engkau sembunyikan dari suamimu itulah yang disembunyikan
oleh suamimu darimu, jika itu baik maka baik; jika itu jelek maka jelek.
Renungkan hal ini dalam dirimu bersama suamimu. Jika seandainya suami
masuk ke rumah dengan tatapan yang aneh, maka keanehan dalam tatapanmu itu
lebih banyak. Sebagaimana apa yang kau rasakan dari suami, itulah yang direspon
oleh perasaanmu, padahal suami tidaklah mengeluarkan satupun kata dari
mulutnya. Namun, perasaanmu berubah dengan tatapanmu kepadanya dan membaca
tatapannya dan tindakan-tindakannya. Oleh sebab itu, jadilah dirimu seorang wanita yang
baik hatinya menyukai kebaikan untuk suami menginginkan kebaikan untuk suami
karena yang semacam itu akan ada dari suami untukmu.
Kedua, menjaga kebersihan badan dan pakaian. Maka dan
upayakan supaya suami tidak melihat, dan mencium darimu kecuali sesuatu yang
indah. Karena jiwa seseorang itu tidak suka melihat sesuatu yang tidak dia
sukai, seperti boleh jadi suami tidak suka satu jenis makanan dan dia telah
menyicipi nya dan rasanya pahit atau dia cium darinya bau yang tidak sedap
meskipun sekali.
Oleh karena itu syariat membantumu untuk perhatian dengan hal ini
sehingga nabi melarang seorang suami untuk datang di malam hari jika
pulang dari Safar. Dan nabi membenarkan hal tersebut memberikan alasan pembenar
hal itu agar wanita yang rambutnya acak-acakan memungkinkan untuk bersisir dan
wanita yang lama ditinggal pergi oleh suami sehingga tidak peduli dengan
fisiknya bisa mengerik bulu disekitar kemaluan. Sebagaimana sabda
Nabi Shallallahu alahi wassalam, "jika engkau wahai suami
pulang dari Safar malam-malam maka jangan langsung pulang, janganlah engkau
langsung pulang menemui keluargamu atau istrimu sampai wanita yang lama
ditinggal pergi itu memilih kesempatan membersihkan bulu kemaluan dan wanita
yang rambutnya acak-acakan berkesempatan untuk menyisir rambut, kemudian
Rasulullah Shallallahu alahi wa ssalam mengatakan setelah
istri itu bersisir rapi-rapi bulu kemaluannya sudah bersih maka setubuhi
istrimu, setubuhi istrimu".
maksudnya...
- Rambut acak-acakan artinya yang ditinggal pergi oleh suaminya
dalam jangka waktu yang lama, maka wanita yang rambutnya acak-acakan bersisir.
- Yang kedua, melakukan dengan menghilangkan bulu-bulu yang kotor
diantaranya adalah bulu-bulu terutama bulu kemaluan dan yang lainnya adalah
bulu ketiak semua itu dalam rangka menjaga agar suaminya hanya melihat
dari istrinya bentuk yang paling sempurna dan paling indah.
noted
Bukan hanya
nyambut suami pulang dari safar, namun hendaklah engkau wahai muslimah jadi
seperti itu dalam setiap waktu dan kesempatan. Jika sampai kepadamu berita
kedatangan suami siap-siap untuknya dengan siap-siap yang paling sempurna.
Sehingga engkau tampil dengan sesuatu yang akan menyenangkan orang yang
melihatnya, tatkala suami melihatmu terutama sudah lama pergi karena Safar.
Adab dan pergaulan yang baik darimu itu sempurna jika sambutanmu kepada suamimu
lebih dahsyat daripada sambutan orang-orang dermawan kepada tamunya. Maka
antusiaslah untuk menyambut suami di depan pintu. Saat awal masuknya dia ke
rumah sambut di kedatangannya dengan ucapan selamat datang dan pelukan, ciuman
rasa cinta dan hormat, rasa rindu dan hendaknya suami membalas (pelukan, ciuman
rindu, hangat) jangan cuma diam saja. Ini akan mendorong suamimu itu untuk
tergantung pada dirimu, lebih mendorong suami untuk betul-betul jatuh cinta dan
tergila-gila dengan dirimu karena demikian bagusnya adab seorang Istri ketika
nyambut suami pulang. Dia akan semakin sadar dan mengetahui hak-hakmu.
Seorang Istri dan tambah
sempurna rasamu itu jika engkau bawakan apa yang ada ditangannya boleh jadi
kertas, tas kerjanya atau ketika dia pulang sambil membawa barang-barangnya ke
rumah. Dan demikianlah bagusnya pergaulanmu jika engkau bantu suamimu untuk melepas
pakaiannya dia misalnya pakai jaket; lepas jaketnya kemudian menggantungnya dan
menyiapkan pakaian rumah untuknya yang telah disiapkan, untuk mandinya karena
dia pulang safar. Perhatian yang tulus terhadap suami dibuktikan dengan
menyiapkan hal-hal seperti jamuan makanan dan minuman disiapkan dan dirapikan,
kamar tidurnya, kamar mandinya, ditambah istri dalam keadaan pemandangan Indah,
rapi, bersih, wangi dan cantik.
Demikian juga
kebersihan disini mencakup kebersihan rumah yang tidak layak wanita berakal
untuk meremehkannya maka tidak janganlah terlalu bagimu satu hari kecuali Anda
Wahai istri di rumah itu muter-muter, bersih-bersih, beres-beres dan menata
ulang. Maka satu hal yang dibenci oleh suami ketika tidak peduli dengan
barang-barang berserakan, tidak karuan terutama di tempat menyambut tamu
terutama di ruang tamu. Karena tamu itu duta berbagai macam kota dia adalah
yang mengutip berbagai macam berita “owh rumah sana, saya pernah bertamu ke
rumahnya masya Allah wangi, bagus" itu maka tidaklah selayaknya wanita
yang berakal diceritakan tentang rumahnya selain yang indah-indah. Jika engkau mendengar kedatangan tamu siapkan
tempat duduk laki-laki rapi-rapi, dan wangi, di cek sisi sisi ruang tamu,
bagian-bagian tersembunyi boleh jadi ada padanya yang tidak diperhatikan, ada
hal yang tidak diberesin atau ada padanya kelakuan anak-anak yang mata itu malu
untuk memandanginya.
Maka
dua kata kunci yakni istri yang baik, disayang oleh suami dan dicintai oleh
anggota keluarga punya dua hal ini;
- istri yang perhatian dengan kebersihan kebersihan dirinya. Jangan
malas dalam hal ini jangan malas dengan kebersihan. Misalnya, sehari
tidak mandi atau dengan alasan jamak mandi harusnya mandi pagi dan sore
cuma sekali atau malah dijamak lagi dua hari sekali, semestinya seorang
istri yang baik itu rajin mandi dimana habis masak-masak mandi, habis
beres-beres berkeringat mandi yang mana mandi tidak harus lama-lama yang
penting mandi menghilangkan bau keringat dari badan. tidak pun dipeluk
suami baunya keringan.
- kebersihan rumah dengan pekerjaan rumah rapi-rapi, beres-beres, dan penataan rumah. Dan ingat bahwasanya indikator dari penghuni rumah bersih atau tidak ada ada sarang laba-laba tidak di sudut-sudut lemari, di jendela kalau tidak ada bisa di bilang dia istri yang rajin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar