Senin, 31 Januari 2022

Agar Muslimah siap Menikah #05





"Supaya seorang muslimah itu siap untuk menikah sadari dan pegang nasihat ini, jadikan ini sebagai prinsip hidup bahwasanya "kebersihan dan beres-beres, rapi-rapi itu adalah indikator luhurnya akhlakmu wahai Muslimah".

 

lanjutan...

3. Pemalas

    Layaknya seperti keledai yang digembalakan, matahari sudah tersebar namun belum juga terdengar suara darinya karena masih lelap tidur dan rumahnya tidak pernah disapu. Sebab terlalu malasnya wanita jenis ini dan terlalu manja maka matahari sudah meninggi dan dia masih tidur, tidak ada suaranya beraktivitas di dalam rumah dan rumahnya pun tidak pernah disapu dan tidak pernah dirapikan. Kata Syekh Al Baddar Al Utabi betapa banyaknya wanita jenis ini. Artinya di dalam kalimat ini terdapat isyarat dengan melihat kebalikannya karakter atau sifat istri yang sempurna, yang bagus ialah istri yang semangat di awal pagi dan memperhatikan rumah dengan bersih-bersih, rapi-rapi, beres-beres dan mewangikan rumah.

    Maka makanannya itu melalui semalaman, wadahnya itu kotor, adonan rotinya itu masam seperti cuka dan airnya air yang hangat. Diantara bentuk malasnya dan manja jelek sang istri ini jika menyuguhkan makanan untuk suami atau tamu maka yang dia suguhkan adalah makanan yang sudah dipanaskan karena sudah dimasak kemarin, bukan makanan yang baru saja di masak. Piring dan gelasnya nampak tidak bersih karena di gelas tersebut ada sisa-sisa makanan atau minuman, minyak/ lemak sebelumnya. Dia adalah seorang wanita yang gagal dalam memasak sampai level adonan rotinya itu masam, kenapa? karena terlalu lamanya jangka waktu ditutupi dan sebab karena malasnya istri. Dan air yang disuguhkan itu cuma hangat-hangat kuku karena dia tidak pandai memanaskan air.

     Di atas barang-barangnya terdapat tanaman dan barang-barangnya yang kecil-kecilnya tidak boleh dipinjam, pelayannya dipukuli, tetangganya diperangi. Ini satu diantara indikator-indikator malasnya istri ini. Barang-barang karena lama ditumpuk-tumpuk atau di tumpuk dengan yang lain tanpa pernah ditata ulang, diatur lebih rapi maka sampai-sampai tumbuhan, lumut, benih dari angin itu tumbuh pada barang-barang itu. Tindakan semacam ini adalah hal yang sepatunya seorang istri menjauhinya sehingga seorang istri itu hendaknya secara periodik melewati semua ujung-ujung rumahnya untuk menatanya, membersihkannya, dan supaya wangi. Dan indikator paling mudah penghuni rumah itu rajin bersih-bersih ataukah tidak bisa dilihat "adakah sarang laba-laba di rumah?" sebab penatan rumah itu tanggung jawab istri. Namun untuk bersih-bersih tidak harus istri yang melakukan, suami bisa melakukan namun hendaknya istri yang mengkoordinasi dan punya program yang jelas manejemennya "kapan yuk ini ngepel-ngepel, bersih-bersih".

    Makna pelayannya dipukuli, tetangganya diperangi artinya dia bukanlah wanita yang bisa bermasyarakat dengan tetangga, kerjasama, menolong dan membantu, memuliakan dan berbuat baik kepada tetangga. Untuk penjelasan barang-barang milikinya, misalnya ada tetangga mau pinjem ember enggak boleh, mau pinjam sapu juga nggak bisa, pelit dan enggan mau menolong tetangganya. Dan itu semua disebabkan kegagalan dia dalam kehidupan rumah tangga karena demikian manja yang jelek sehingga menyebabkan hal yang negatif terjadi pada tetangga dan tidak disukai tetangga.

4. Wanita yang terpuji.

    Wanita atau istri yang penuh dengan cinta, empati, penuh keberkahan, subur dan bisa dipercaya ketika suami pergi, disukai oleh tetangganya, terpuji tindakannya, sikapnya ketika dia sepi sendiri atau ketika bersama banyak orang. Seorang wanita yang mulia dalam bersikap kepada suami, banyak berbuat baik, lirih suaranya, suka bersih-bersih rumah dan karena baiknya maka pembantunya gemuk (kedermawanan), anaknya tampil cakep, kebaikannya terus-menerus mengalir dan suaminya nyaman. Wanita yang bisa di di dandani dan bisa akrabi, ramah dengan kehormatan dan kebaikan menjadi sifatnya.

    Kemudian anaknya itu terlihat bagus didandani dan bersihnya anak itu tanda bersihnya Ibu. Artinya wanita ini selalu perhatian dengan kebersihan badan, pakaian dan yang lebih penting dari itu adalah kebersihan batin dengan mendidik anak agar memiliki adab dan akhlak yang unggul dan perkataan yang bersih yang penuh dengan adab. Maka di menasihati kepada anaknya dia mengatakan "Semoga Allah jadikan mu wahai  anakku diantaranya mengikuti hidayah dan mengikuti ketakwaan,menjauhi marah dan menyukai ridha-nya" 

    Supaya seorang muslimah itu siap untuk menikah sadari dan pegang nasihat ini, Jadikan ini sebagai prinsip hidup bahwasanya pertama "kebersihan dan beres-beres, rapi-rapi itu adalah indikator luhurnya akhlakmu wahai Muslimah". Maka hendaknya seorang wanita itu terkenal suka rapi-rapi, jangan malas untuk beres-beres juga terkenal sebagai seorang yang suka memperhatikan kebersihan lahir dan batin. Kebersihan batin hati dengan adab dan akhlak itu lebih penting dan lebih mulia maka jadikan hatimu hati yang bersih dari segala macam karakter yang jelek seperti hasad, iri dengki dan dendam juga keinginan untuk menipu.

    Kaedah burung bahwasanya burung itu bertengger, berkumpul dengan yang serupa. Seekor merpati tidak mungkin bertengger bersama elang dan sebaliknya pun demikian. Jadi, jiwa itu saling bercocokan sebagaimana antara badan, pikiran, warna kulit dan jenis. Shahih dari Nabi Shallallahu alahi wa salam dikatakan bahwa "Arwah itu seperti tentara yang sudah tertata rapi dimana saling kenal jiwanya akan menyatu, jika tidak saling kenal maka berbeda". 

    Maka apa yang engkau sembunyikan dari suamimu itulah yang disembunyikan oleh suamimu darimu, jika itu baik maka baik; jika itu jelek maka jelek. Renungkan hal ini dalam dirimu bersama suamimu. Jika seandainya suami masuk ke rumah dengan tatapan yang aneh, maka keanehan dalam tatapanmu itu lebih banyak. Sebagaimana apa yang kau rasakan dari suami, itulah yang direspon oleh perasaanmu, padahal suami tidaklah mengeluarkan satupun kata dari mulutnya. Namun, perasaanmu berubah dengan tatapanmu kepadanya dan membaca tatapannya dan tindakan-tindakannya. Oleh sebab itu, jadilah dirimu seorang wanita yang baik hatinya menyukai kebaikan untuk suami menginginkan kebaikan untuk suami karena yang semacam itu akan ada dari suami untukmu.

    Kedua, menjaga kebersihan badan dan pakaian. Maka dan upayakan supaya suami tidak melihat, dan mencium darimu kecuali sesuatu yang indah. Karena jiwa seseorang itu tidak suka melihat sesuatu yang tidak dia sukai, seperti boleh jadi suami tidak suka satu jenis makanan dan dia telah menyicipi nya dan rasanya pahit atau dia cium darinya bau yang tidak sedap meskipun sekali. 

    Oleh karena itu syariat membantumu untuk perhatian dengan hal ini sehingga nabi melarang seorang suami untuk datang  di malam hari jika pulang dari Safar. Dan nabi membenarkan hal tersebut memberikan alasan pembenar hal itu agar wanita yang rambutnya acak-acakan memungkinkan untuk bersisir dan wanita yang lama ditinggal pergi oleh suami sehingga tidak peduli dengan fisiknya bisa mengerik bulu disekitar kemaluan. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alahi wassalam, "jika engkau wahai suami pulang dari Safar malam-malam maka jangan langsung pulang, janganlah engkau langsung pulang menemui keluargamu atau istrimu sampai wanita yang lama ditinggal pergi itu memilih kesempatan membersihkan bulu kemaluan dan wanita yang rambutnya acak-acakan berkesempatan untuk menyisir rambut, kemudian Rasulullah Shallallahu alahi wa ssalam mengatakan setelah istri itu bersisir rapi-rapi bulu kemaluannya sudah bersih maka setubuhi istrimu, setubuhi istrimu".

    maksudnya...

  •  Rambut acak-acakan artinya yang ditinggal pergi oleh suaminya dalam jangka waktu yang lama, maka wanita yang rambutnya acak-acakan bersisir. 
  • Yang kedua, melakukan dengan menghilangkan bulu-bulu yang kotor diantaranya adalah bulu-bulu terutama bulu kemaluan dan yang lainnya adalah bulu ketiak semua itu dalam rangka menjaga agar suaminya hanya melihat dari istrinya bentuk yang paling sempurna dan paling indah. 

    noted

    Bukan hanya nyambut suami pulang dari safar, namun hendaklah engkau wahai muslimah jadi seperti itu dalam setiap waktu dan kesempatan. Jika sampai kepadamu berita kedatangan suami siap-siap untuknya dengan siap-siap yang paling sempurna. Sehingga engkau tampil dengan sesuatu yang akan menyenangkan orang yang melihatnya, tatkala suami melihatmu terutama sudah lama pergi karena Safar. Adab dan pergaulan yang baik darimu itu sempurna jika sambutanmu kepada suamimu lebih dahsyat daripada sambutan orang-orang dermawan kepada tamunya. Maka antusiaslah untuk menyambut suami di depan pintu. Saat awal masuknya dia ke rumah sambut di kedatangannya dengan ucapan selamat datang dan pelukan, ciuman rasa cinta dan hormat, rasa rindu dan hendaknya suami membalas (pelukan, ciuman rindu, hangat) jangan cuma diam saja. Ini akan mendorong suamimu itu untuk tergantung pada dirimu, lebih mendorong suami untuk betul-betul jatuh cinta dan tergila-gila dengan dirimu karena demikian bagusnya adab seorang Istri ketika nyambut suami pulang. Dia akan semakin sadar dan mengetahui hak-hakmu.

    Seorang Istri dan tambah sempurna rasamu itu jika engkau bawakan apa yang ada ditangannya boleh jadi kertas, tas kerjanya atau ketika dia pulang sambil membawa barang-barangnya ke rumah. Dan demikianlah bagusnya pergaulanmu jika engkau bantu suamimu untuk melepas pakaiannya dia misalnya pakai jaket; lepas jaketnya kemudian menggantungnya dan menyiapkan pakaian rumah untuknya yang telah disiapkan, untuk mandinya karena dia pulang safar. Perhatian yang tulus terhadap suami dibuktikan dengan menyiapkan hal-hal seperti jamuan makanan dan minuman disiapkan dan dirapikan, kamar tidurnya, kamar mandinya, ditambah istri dalam keadaan pemandangan Indah, rapi, bersih, wangi dan cantik. 

    Demikian juga kebersihan disini mencakup kebersihan rumah yang tidak layak wanita berakal untuk meremehkannya maka tidak janganlah terlalu bagimu satu hari kecuali Anda Wahai istri di rumah itu muter-muter, bersih-bersih, beres-beres dan menata ulang. Maka satu hal yang dibenci oleh suami ketika tidak peduli dengan barang-barang berserakan, tidak karuan terutama di tempat menyambut tamu terutama di ruang tamu. Karena tamu itu duta berbagai macam kota dia adalah yang mengutip berbagai macam berita “owh rumah sana, saya pernah bertamu ke rumahnya masya Allah wangi, bagus" itu maka tidaklah selayaknya wanita yang berakal diceritakan tentang rumahnya selain yang indah-indah. Jika engkau mendengar kedatangan tamu siapkan tempat duduk laki-laki rapi-rapi, dan wangi, di cek sisi sisi ruang tamu, bagian-bagian tersembunyi boleh jadi ada padanya yang tidak diperhatikan, ada hal yang tidak diberesin atau ada padanya kelakuan anak-anak yang mata itu malu untuk memandanginya.

     Maka dua kata kunci yakni istri yang baik, disayang oleh suami dan dicintai oleh anggota keluarga punya dua hal ini;

  • istri yang perhatian dengan kebersihan kebersihan dirinya. Jangan malas dalam hal ini jangan malas dengan kebersihan. Misalnya, sehari tidak mandi atau dengan alasan jamak mandi harusnya mandi pagi dan sore cuma sekali atau malah dijamak lagi dua hari sekali, semestinya seorang istri yang baik itu rajin mandi dimana habis masak-masak mandi, habis beres-beres berkeringat mandi yang mana mandi tidak harus lama-lama yang penting mandi menghilangkan bau keringat dari badan. tidak pun dipeluk suami baunya keringan. 
  • kebersihan rumah dengan pekerjaan rumah rapi-rapi, beres-beres, dan penataan rumah. Dan ingat bahwasanya indikator dari penghuni rumah bersih atau  tidak ada ada sarang laba-laba tidak di sudut-sudut lemari, di jendela kalau tidak ada bisa di bilang dia istri yang rajin.
disampaikan oleh Ustadz Dr. Aris Munandar, SS, MPI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

baca lagi

Agar Muslimah siap menikah #01

yang lainnya