Rabu, 08 Juli 2020

Mengejar dunia?



Bismillahirrahmannirrahiim... 

    Mungkin saja kamu dapati teman-teman  SD, SMP maupun SMA mu yang kini seusai tamat sekolah menengah atas, teman teman sebaya yang sudah bisa menghasilkan kekayaan, ada juga yang berambisi mengumpulkan pujian, popularitas, atau mungkin kamu temui mereka yang merajut kembali cinta sejak Sma.
    Apa yang dikenal sejak kecil, dibisikkan pada kuping mungil, bahkan tersiar dalam iklan dan acara televisi yang disebut sebagai mengejar cita-cita setinggi langit? 
    Alangkah ruginya jika cita cita kita hanya tentang dunia, hanya tentang uang, pujian, pengikut atau cinta nafsu yang dituruti itu. Tidakkah ingin berpikir lebih jauh, lebih besar lagi? Sebab ketika menjadikan dunia sebagai prioritas atau kita hanya mengandalkan dunia, siap siaplah saatnya nanti kita dibuat kecewa olehnya, siap siaplah untuk tidak puas atas apa-apa yang diperjuangkan. Pada kenyataannya inilah hakikat dunia kita ngga akan pernah terpuaskan olehnya. 
    Ketika suatu usaha yang kita lakukan dengan susah payah. Contoh ketika ikut tes mati-mati an belajar namun hasilnya gagal, terlintas di benak menganggap dunia ini tidak adil, Padahal sejatinya kitalah yang sok pintar mengganggap itu terbaik buat kita. Kita mempertanyakan nasib buruk pada Sang Pencipta, disitu pentingnya belajar tauhid, belajar untuk lebih bisa menerima ketetapan. Allah lebih tau yang terbaik untuk hambaNya. 
    Betapa lapangnya hati seorang hamba, jika segala sesuatu melibatkan Allah di dalam urusannya. Ketika ia gagal ia tidak kecewa, putus asa, gila, ataupun mengganggap apa yang terjadi sekarang itu tak adil. Ia punya tujuan lebih besar yaitu akhirat, ketika tujuan-tujuan dunia tak berhasil, ia tak begitu kecewa, sebab baginya dunia bukan prioritas, penilaian manusia bukan segalanya, ia tak ikut arus teman sebaya yang menjauhkan dia dari agama, ia mengerti balasan lebih besar kelak di akhirat.

Kamis, 09/07/2020
yessilestari__

baca lagi

Agar Muslimah siap menikah #01

yang lainnya