Jumat, 06 Januari 2023

Hidup dalam privasi adalah segalanya

    Aku menemukan bahwa semakin dewasa semakin sadar pula hidup dalam privasi adalah segalanya.

Kamu tak perlu susah payah mencari validasi dari eksternal,

Kamu tak perlu mempunyai ekspetasi penuh pada manusia,

Kamu tak perlu untuk mengeluh perihal hidupmu di media sosial,

    Dewasa memberi arah bahwa yang dapat di genggam dan di kendalikan adalah diri sendiri. Untuk selalu menjadi produktif, menjadi dewasa tetap fokus pada kehidupan nyata dan progres diri, menjadi manusia yang terus tumbuh setiap hari.

hasilnya apa? hidupmu akan jauh lebih sederhana.

    Jangan beritahu ketika kamu sedang berproses, kecuali kamu betul-betul yakin orang itu dapat membantu. Umumkan ketika sudah selesai sebagai bentuk penghargaan atas diri sendiri.

Pernah tidak semisal kamu lagi belajar sesuatu dan kamu cerita ke temanmu atau kamu bagikan progres apa yang kamu pelajari ke story media sosial? hasilnya? yang ada kamu malah dapat semacam kata "ih, belajar itu udah ga relevan tauk dimasa depan, mending belajar ini" atau sebatas kata yang kamu harapkan seperti "semangat, dukungan dll". 

Padahal kita tidak pernah tahu isi hati murni manusia seperti apa. Jangan setting dirimu untuk sakit hati, jangan membuat orang berpeluang mengagalkan rencanamu, dirimu berhak atas privasi-privasimu. Segala sesuatu yang kamu bagikan ke sosial media, kamu pun harus bersiap dengan resiko untuk dipuji atau diremehkan.

udah, udah yaaa..."Diem-diem ambis adalah koentji hahaha"

lagipula siapa kita? serajin apa kita? sealim apa kita? apakah kita mampu membentengi diri dari A'in (cari sendiri sii di google wkwkw)

Keep privite your self about:

1. Masalah Hidup

2. Love Life

3. Your Financial

4. Rencana Kedepan

Sebagaimana orang lain bebas bertanya tentang info diri, kamu pun bebas untuk tidak menjawab jika tidak nyaman. Kalo ingin menjawab pun secara umum saja beritahu yaaa.

Kata-kata yang nampar menurutku ketika akan mengshere hal yang berbau privasi di media sosial adalah "kasihan, ganggu, think again, nyari apa si?, hati-hati loh"

Jadi bagaimana kehidupan dewasamu akhir-akhir ini?

baca lagi

Agar Muslimah siap menikah #01

yang lainnya