Empat jenis wanita :
1. Istri yang tidak mengakui kebaikan suami baik di hadapan suami atau dihadapan banyak orang.
Suaminya karena beratnya apa yang dia jumpai dari istrinya berupa jeleknya akhlak istrinya maka wajahnya itu wajah yang terluka, wajah orang yang sedih. Sedangkan kehormatan dan nama baiknya menjadi sasaran empuk di depan banyak orang. Istri ini mencela dan menjelek-jelekkan suaminya maka banyak orang pun mencelanya karena istrinya yang menjelek-jelekkan di nilai bahwasanya istri adalah orang yang paling tahu sejatinya seorang laki-laki ketika di rumah. Akhirnya banyak orang mencelanya kemudian meremehkan suaminya.
Sebagian kesempatan aku sampaikan bahwasanya akhlak-akhlak seorang istri itu nampak pada wajah suaminya terutama ketika kedatangan tamu-tamu suaminya. Wajah suami itu menunjukkan bagaimana keadaan istrinya. Ketika suami itu merasa senang dengan kedatangan-kedatangan para tamu, kawan-kawannya. Maka berbagai macam bentuk pemuliaan itu berturut-turut diberikan kepada para tamu di meja berupa makan yang terbaik bisa diberikan dan minuman yang terbaik yang bisa di suguhkan, terdapat kata-kata penyambutan dan wajah yang gembira. Maka artinya istrinya yang ada di belakang itu lebih gembira darinya dan lebih gembira dibandingkan kegembiraan tamu-tamu suami.
Namun jika ketika suami itu kedatangan teman-temannya terlihat wajahnya sedih, minumannya cuma bisa minuman dingin, istrinya tidak mau membuat minuman panas dan yang lainnya, gelasnya sebagian kotor dan pemuliaannya pada tamu itu telat. Maka bisa disimpulkan menurut penulis bahwasanya di belakang lelaki ini ada seorang perempuan, seorang istri yang lebih berat daripada gunung. Artinya berat jiwa dan tangannya sehingga dia tidak mau bersih-bersih gelasnya kotor atau tidak siap makanan minuman untuk tamu atau temannya suami. Maka suami harus berbicara ini dan itu baru disiapkan sehingga datangnya telat, hal ini menunjukkan ada yang tak beres di rumah tangga tersebut. Jadi, beres dan tidaknya keadaan rumah tangga itu bisa kelihatan bagaimana keadaan dari penyambutan suami ketika datang tamu-tamu yang mereka adalah temen-temen baik dan teman-teman akrab suami.
Apapun yang diberikan oleh suami kepadanya, maka istri itu tidak akan membalasnya dan tidak mengetahui dan mengakui kebaikan suami. Hijab tabir penutup suami itu robek, penutupnya itu terbuka. Kebaikan-kebaikan suami itu dikubur dan dipendam dan kejelekan-kejelekan suami yang Allah tutupi itu dirobek, di buka lebar-lebar oleh istrinya.
Suami dari wanita jenis pertama ini ketika diwaktu pagi dia dalam keadaan sedih dan jika di waktu sore dia dalam keadaan mencela. Maknannya di pagi hari suami ini bangun dan dia dalam keadaan sedih, hatinya ambyar, galau karena jeleknya malam yang dilewati oleh suami bersama istrinya yang sombong. Dan diwaktu suami menjumpai petang atau malam dalam keadaan mencela kesusahan yang di siang hari yang dia dapat bersama istrinya.
Kemudian selanjutnya adalah minumannya pahit, makanannya keras, anaknya terlantar, rumah tidak terurus. Artinya istrinya ini karena sombongnya tidaklah memberikan perhatian dengan anak-anaknya, tidak pula barang-barang yang ada di rumah. Sehingga anaknya tidak terurus dan barang -barang yang ada di rumah itu hancur karena kecerobohan dan tidak diperhatikan. Pakaian suami itu kotor, kepala rambutnya acak-acakan dan jika tertawa lemah, jika berbicara maka seakan-akan tidak suka.
Malamnya adalah siang, siangnya adalah malam dimana malamnya adalah celaka artinya karena demikian keras dan susah derita kehidupan jiwa si laki-laki ini dan kesusahan kehidupannya sampai-sampai ketika tertawa tidak tertawa lepas, tidak tertawa yang sempurna. Namun nampak jejak penyesalan pada wajahnya dengan lemah dan kecewa sampai-sampai berbicara pun berat baginya karena luar biasanya derita dan kelemahan yang menimpa dan terjadi padanya. Maka kami berlindung kepada Allah subhanahuwata'ala dari keadaan ini.
2. Suka menyelisihi suami dan tidak taat dengan suami.
Kemudian jenis yang kedua adalah wanita suka nada, intonasi yang tinggi, yang teriak-teriak. Jika berbicara kotor lisannya meskipun sesuai dengan kenyataan. Misalnya orang bodoh di bodoh bodohin dan bilang "dasar kamu bodoh". Di antara akhlak mulia realita yang jelek itu tidak perlu diomongkan. Misalnya, kalau orang itu orang yang diajak bicara bodoh, jelek, pesek, kribo tak perlu bicarakan dia bodoh, jelek, pesek, kribo dll.
Selanjutnya wanita ini tidak teguh dengan satu pendapat, pendapat orang itu bisa membeloknya dan mengubah pendiriannya. Maka suaminya tidak lah mengenali karakternya karena dia tidaklah lurus dalam satu model. Jika suaminya mengatakan "tidak" istrinya bilang "iya", Jika suami bilang "Iya" istrinya bilanglah "tidak" artinya karena sombongnya dan keras kepalanya maka dia suka menyelisihi suami dan tidak taat dengan suami.
Memberikan berbagai macam kehinaan bagi suami dan meremehkan apa yang ada di hadapan suami, artinya istri ini menjadi sebab terjadinya semua menghinakan suami dan meremehkan semua kebaikan yang diberikan oleh suami kepada istri. Sampai-sampai akhirnya suami itu marah-marah dengan rumahnya sendiri, bosan dengan anak-anaknya.
Kehidupannya jelek, hina. Sehingga teman-teman akrabnya, tetangga kasihan melihatnya karena sedemikian keterlaluannya istrinya sampai-sampai tetangganya dan saudara-saudaranya menganggapnya sekarang jadi kurus kering sekarang tidak terurus. Artinya istri menyusakan kehidupan suaminya sampai-sampai suaminya sendiri bosan sama anak-anaknya dan benci atau marah dengan kehidupannya, tidak lagi perhatian dengan dirinya.
Wanita jenis ini artinya adalah wanita yang manja yang manjanya berlebihan sampai level meremehkan kewajiban tanggungjawab yang harus dikerjakan dan harus dilakukan. Istri memiliki kemanja-manjaan tidak pada tempatnya. Dia sudah puas dengan cinta suaminya, dengan penghasilan suaminya atau usaha suaminya puncak dari tujuannya adalah dicintai oleh suaminya tanpa dia mau memberikan bukti-bukti pergaulan suami-istri yang benar dan service atau pelayanan yang bagus kepada suami.
disampaikan oleh Ustadz Dr. Aris Munandar, SS, MPI
N
E
X
T ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar