Kenapa senyum itu mulai jarang? ceritamu kalau melihat hidup orang terlihat sangat menyenangkan yang berbanding terbalik denganmu. Tidak demikian, itu sebab kita tidak pernah tau besarnya usaha dia menyembunyikan pilu, kita tidak pernah tau keluhnya ketika mengadu.
Kamu tau bahwa Allah menghadirkan masalah sepaket dengan solusi. Mungkin kamu tengah kecewa, luka, sedih, merasa sepi. Sadarlah jika di balik itu semua Allah akan hadirkan pahala, Allah akan hadirkan kekuatan jika kamu menerima dengan hati lapang, syukur dan sabar .
Kenapa senyum itu jarang? kenapa hati itu jengkel? kenapa lisan tak bisa menahan dari gerutu?. Mengertilah dan belajarlah bersabar, bahwa ini ketetapan untukmu, bahwa doa yang kamu mohon tidak harus terkabul sekarang.
Berusaha untuk menerima atas keberhasilan disekitar. Jangan menganggap diri kecil sebab tak ada kesepakatan untuk mulai bersama bukan? tidak ada perlombaan siapa yang paling cepat sampai. Apalagi ini perkara dunia.
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”
(QS. Az Zumar: 10)
Sabar pada ketetapan itu perlu agar kamu bisa lebih tenang, lebih fokus meningkatkan kualitas diri. Lagipula, tak ada gunanya iri pada dia yang berhasil duluan selain pahala terkuras deras, ini berbeda jika kamu bisa mengambil pelajaran darinya.
Sabar itu perlu. Kamu perlu sabar dalam belajar, perlu sabar untuk menerima, perlu sabar untuk sesuatu yang besar. Butuh waktu memang membuat diri paham bahwa ini bagian dari ketetapan yang dengannya tidak pernah membuat arti yang salah. Tinggal kita yang berusaha memperbaiki prasangka untuk terus baik, untuk terus percaya bahwa ini bagian dari takdir yang Allah hadirkan untukmu, untuk kita, baik berupa ketidakadilan, kekecewaan, ataupun kesedihan. Dengan itu semua, Allah sedang ajarkan kita untuk lebih bersabar.
Kamis, 17/09/2020
📝 yessilestari__