Belajar wahai diri untuk bersikap tenang, biasa saja. Bukan sebab kau tak mampu membalasnya. Namun, dengan ilmu engkau mampu bertindak seperti itu. Bukankah mendapat pahala jauh lebih indah, daripada menyalurkan lisan yang membuat luka sesama atau malah membuat dosamu bertambah?